Thank God, gw akhirnya diberi cukup rejeki untuk bisa punya laptop, COMPAQ Presario v3000.
Punya laptop baru untuk yang pertama kalinya itu … rasanya seperti
punya pacar baru untuk yang pertama kalinya. It was great! Maklum, tiap
hari kerja didepan komputer, jadi sekarang punya laptop, jalan
kemana-mana serasa jalan ditemenin “si dia”. Sekarang … kapan pun dan
dimana saja … bisa kerja. I named my laptop Anna. 
Here is my Anna:
- Cost : Rp. 8.650.000
- Processor : AMD Turion 64 X2
- Monitor : 14″ Bright - WideScreen
- VGA : NVIDIA GeForce Go 6150
- Memory : 512MB DDR2 (1 slot)
- Speaker : Altec Lansing
- Features : bluetooth, WiFi, Card Reader, Expansion Slot 3, Modem,
Ethernet Card, 3 USB port, Firewire, DVD Write (2 layer), Slot PCMCIA,
Windows XP Home + Norton Internet Security + Microsoft Word + dll.
Kenapa gw pilih komputer ini?
Pertama, budget gw > 9jt & gw butuh yang Windows Vista Capable.
Why? … calon generasi baru Windows sudah muncul. Agak trauma waktu
jaman Windows 98 pindah ke XP, banyak program bikinan gw ngga bisa di
terusin di kembangin di WinXP karena komputer gw ngga bisa XP. Jadinya
… ada bagusnya gw juga siap-siap untuk ke Vista (walaupun itu entah
kapan).
Untuk sementara ini cuma ada produk yang masuk “jangkauan”: 1. ACER ASPIRE 5580 - harga 8jt-an; 2. Compaq Presario v3000 - harga 8.6jt-an. Tapi setelah ditimbang-timbang, akhirnya pilihan jatuh pada Compaq Presarion v3000, dengan pertimbangan:
- Model (warna dan bentu) lebih keren
- DVR Writer
- Merek lebih “menjamin”
- terdapat tombol “lock” untuk TouchPad (menurut gw ini keren & sangat membantu)
Setelah dibeli … beneran deh … tidak mengecewakan. Untuk “jiwa” dari
komputer itu sendiri (Operating System) … dari dulu gw pengen punya
WinXP (sebelumnya blon pernah punya) & dual boot dengan LINUX,
untuk linux gw pilih UBUNTU.
Windows XP Professional - working companion
COMPAQ tidak menyediakan CD driver atau CD Windows ORI nya. Semua
source sudah ditanam diharddisk. ada 1 partisi yang dikhususkan untuk
source. Proses instalasinya pun mudah, tinggal boot, tekan tombol F11 …
Next … Next … Next … voila …semuanya kembali seperti semula.
Sangat mudah! Tapi sayang tidak bisa membagi harddisk menjadi beberapa
partisi. Jadinya … klo mau bagi partisi, harus cari CD WinXP Home
(bajakan) install … tapi serial numbernya pake yang ada dibalik casing.
Tenang … itu legal kok (katanya).
Windows XP Home disertakan saat memberi COMPAQ ini, tapi karena saya
butuh menggunakan IIS (Internet Information Service), untuk keperluan
developing program di ASP.NET, jadinya … kepaksa deh pake Windows XP
Profesional yang b******. Mubajir deh jadinya, tapi setidaknya ada
Norton Internet Security & Microsoft Works yang tetep bisa dipake.
Klo mau install WinXP Pro, langkahnya:
- Buat buat recovery disc, just in case, buat jaga-jaga. Buat recovery disc bisa dilakukan lewat Start Menu.
- Backup driver & software. Semuanya itu ada di C:\SWSetup
- Klo semuanya udah yakin sudah “tersimpan” … siap installasi WinXP Pro. Sekarang partisi Recovery (D:) sudah bisa dihapus.
- Setelah instalasi selesai jangan lupa install driver & software yang sebelumnya dibackup (poin ke-2)
UBUNTU 6.10 Edgy Eft - being different
Kenapa Linux UBUNTU?!? … fanatisme aja sih. Tapi memang hal lainnya juga karena UBUNTU itu “mudah” (padahal …
). Lagian … gw suka desktop GNOME.
Rencananya sih … pengen pindah aliran, jadi developer untuk lingkungan LINUX. Pertama … web based.
Karena AMD Turion X2 - 64bit
… jadi pake UBUNTU-nya juga pake yang khusus untuk AMD64. Pinjem ke
temen-temen ngga ada yang punya. Kepaksa deh … beli di AZIMUT.
Installasi Linux UBUNTU itu “mudah”, tapi kalau soal driver … jangan
berharap seperti windows. Sampai saat ini, beberapa hal ini belum bisa
saya selesaikan:
- Resolusi layar yang harusnya 1280×800 di linux cuma bisa detect 1024×768. Alhasil desktopnya stretched/gepeng. Update driver NVIDIA sudah dilakukan, tapi masih belum memberikan hasil yang diinginkan.
- Driver buat WiFi belum bisa di-detect. ndiswrapper sudah dicoba, tapi hasilnya tetep nihil.
- Tampaknya aplikasi untuk prosesor 64 bit ini berbeda dengan
aplikasi 32 bit. Alhasil ada beberapa aplikasi yang tidak tersedia,
misalnya saja Plugin Flash Player untuk Mozilla Firefox. Sebenernya ada
modul untuk mendukung aplikasi 32 bit. Tapi, … rasanya “mubajir” klo
harus downgrade. Ngapain pake 64 bit tapi aplikasi-aplikasinya harus
downgrade. Jadi sampai sekarang … untuk beberapa program yang tidak
tersedia, terpaksa pending dulu.
- Splash Screen saat Start Up untuk Ubuntu AMD64 ini masih “bug”. Tampilannya hitam putih. Bisa diperbaiki tapi … udah lah, sementara mah verbose aja, gaya start up linux jaman doeloe yang banyak tulisan-tulisannya
.
Install linux … bener-bener “kerja keras”. Terutama klo punya koneksi internet yang terbatas. Jadi bagi yang tidak punya koneksi internet saya rasa UBUNTU akan sangat merepotkan, kecuali klo kamu punya 3 DVD repository. Klo ngga UBUNTU cuma bisa dipake ngetik doang.
Meskipun demikian … it was worth it! Why?
- GNOME + beryl
keren! Menjadikan desktop sekeren eye-candy-nya Windows Vista. Memang
belum berjalan sempurna (masih ada beberapa efek yang masih belum
berjalan dengan baik), tapi … klo melihat system requirement dan hasil
yang didapat … UBUNTU keren lah!
- Fasilitas Auto Update-nya … “menyenangkan”. Updatenya mudah,
everything is in one button. And the coolest thing is … it’s free! tapi
sekali lagi … update kurang lebih 150mega (total). Jadi klo Anda punya
koneksi internet yang terbatas, hal ini kurang bermanfaat.
- Instalasi aplikasi baru sudah tersedia. Tinggal buka menu “Add/Remove Program” atau Synaptic Package Manager, semuanya langsung terinstal secara online.
Klo kamu punya laptop yang sama dan mau di install UBUNTU … beberapa site ini bisa membantu kamu:
Who’s Anna?
Inspired by Budi Sukmana, who happen to personalized his computer by giving ‘her’ an name, I name my v3000, Anna.
But why Anna?!?
I always like the character Anna Leonowens, played by Jodie Foster in Anna And The King.
What makes it so special? … It’s the words that king Mongkut (Chow Yun-Fat) said to Anna at the last dance, before she leaves Siam. There’s the quote (from my previous post):
Until now, Anna Leonowens, I did not understand superstision that man could be happy with only one woman.
Though as time goes by this laptop will become “out of date”, but
still … hoping that 1 laptop is enough, with all it’s flaw and
limitation. Like my previous computer (which I named Nebuchadnezzar,
taken from the name one of the ship in The Matrix),
Pentium 166MMX, accompanied me for more than 10 year, even until now …
she’s still usable. Hope this one could still be usable till 10 year …
or may be more.
KOMENTAR?